English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Testimoni Kisah Cinta di Kota Serambi

Posted by mezzoe blog on Sunday, July 04, 2010 0 komentar



 KISAH CINTA DI KOTA SERAMBI
 Novelis By : Irzen Hawer

Testimoni:

Mulanya, saya tidak begitu memperhatikan naskah Novel yang ditulis Pak Irzen Hawer berjudul “Cinta di Kota Serambi” ketika ia menyerahkannya kepada saya di Rumah Puisi Taufiq Ismail beberapa bulan lalu. Saya hanya menyarankan, cobalah dikirimkan ke Jakarta. Mana tahu ada penerbit yang berminat.

Tapi setelah saya baca keseluruhan isi novel tersebut, alangkah kagetnya saya bahwa ini adalah novel yang

benar-benar luar biasa, yang ditulis oleh seorang putra Padangpanjang, Kota Serambi Mekah. Saya bawa novel itu ke Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang dimana sehari-hari saya berkecimpung berdiskusi sastra bersamakawan-kawan “senasib”, lalu membedahnya. Kesimpulan saya, novel ini layak mendapat tempat di hati pembaca.

Maka saya berpikir pula, kenapa harus menerbitkannya di Jakarta? Sedikit-sedikit Jakarta, apa hebatnya Jakarta? Padangpanjang meski sebuah kota kecil di wilayah administratif Propinsi Sumatera Barat namun saya kira juga memiliki potensi penerbitan buku. Pak Irzen Hawer pun berharap agar bukunya bisa diterbitkan oleh Komunitas Seni Kuflet melalui Divisi Penerbitannya, Kuflet Publishing. Dengan dana seadanya, kawan-kawan pun mulai bergerak.Komit, dan siap mengangkat novel ini hingga diterbitkan.

Maka, ketika covernya didesain oleh seorang anggota Kuflet, lalu dipromosikan melalui facebook dan situs jejaring sosial lainnya, dalam sekejab mendapat respon luar biasa dari berbagai kalangan, tidak hanya masyarakat umum, namun juga teman-teman sastrawan yang cukup senior di Tanah Air, termasuk mancanegara. Pemesan pun mulai mengalir. Dan siapa sangka, kalau novel ini mendapat komentar luar biasa dari novelis besar Ahmad Tohari, Dianing Widya Yudhistira, Mustafa Ismail, D. Kemalawati, dan sejumlah nama lainnya.

Sampai saat ini, saya dan Kanda Sulaiman Juned, S.Sn, M.Sn belum dibayar sebagai tenaga editor dan yang

menerbitkan novel ini. Dan, kami juga siap tidak dibayar asalkan penulis generasi baru (meski usia Pak Irzen Hawer sudah 50-an tahun) Padangpanjang ini bisa terekspose ke permukaan. Dia bisa menjadi “pahlawan” bagi Padangpanjang sebagai kota seni dan seniman serta gudangnya penulis di masa dahulunya.

Kami harapkan, dengan penerbitan novel ini nantinya dapat memotivasi generasi muda Padangpanjang khususnya untuk membudayakan gemar membaca dan menulis sebagai simbol peradaban bangsa-bangsa besar di dunia. Tak soal kita berdomisili di kota kecil namun kota kecil ini kelak bisa menjadi gerbang dunia yang didatangi banyak orang, layaknya Pulau Belitong yang terangkat potensinya lewat Novel Adrea Hirata, “Laskar Pelangi”.Untuk itu, kami mengajak kerjasama berbagai pihak, khususnya tokoh-tokoh Padangpanjang baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan untuk memberikan bantuan baik moril maupun spirituil sehingga acara Peluncuran ini dapat berlangsung sukses dan membanggakan, bukan bagi kami saja di Komunitas Seni Kuflet namun juga bagi Padangpanjang tercinta. Insya Allah.

Berikut Proposal yang kami ajukan dan semoga mengetuk pintu hati Bapak/Ibu/Saudara/Sahabat untuk menjalin kerjasama (sekali lagi bukan buat kami) tapi buat masa depan Padangpanjang yang lebih baik.


***



APA KATA MEREKA TENTANG "CINTA DI KOTA SERAMBI?"

"Sebuah novel muatan lokal. Keuletan seorang anak untuk keluar dari kemiskinan. Ketabahan, kesabaran dan kesetiaan adalah pondasi kekuatan cinta sepasang insan yang berlatar pendidikan agama..." (Ahmad Tohari, Novelis)

"Kesan pertama mendapatkan novel ini, begitu tebal, tetapi ketika mulai membaca lembar pertama, tergoda untuk membaca lembar berikutnya. Novel yang sangat layak dibaca karena di dalamnya tidak sekedar jalinan cerita..." (Dianing Widya Yudhistira, Penulis Novel "Weton", Jakarta)

"Sangat memikat, kita serta merta sudah berada dalam bagian ceritanya. Menjadi salah satu tokoh dan merasakan kegetiran hidup para tokohnya dengan kepiawaian penulis meramu kisah per kisah. Sebuah pil yang dapat menyembuhkan para paranoid yang melihat pergaulan anak muda dari sisi negatif dan memahami makna cinta seutuhnya..." (D. Kemalawati, Penulis Novel Seulusoh, tinggal di Banda Aceh)

"Kisah dalam novel ini begitu hidup. Penulis menghadirkan sebuah film ke hadapan pembaca. Ia begitu menguasai adegan dan peristiwa, seolah-olah kisah itu benar-benar terjadi. Penulis meramu drama dengan hal-hal komedikal, membuat kita berempati pada tokoh-tokohnya. Ikut merasakan degup cinta yang mengalir, tetapi pada saat lain kita dibuat tersenyum, bahkan tertawa terpingkal-pingkal..." (Mustafa Ismail, Penggiat Sastra dan Redaktur Seni Koran Tempo, Jakarta)

"Penulis mampu membangun konflik dirinya menjadi pemilik pembaca, luar biasa. Realitas sosial diendapkannya lewat kontemplasi jadi realitas sastra dalam ruang publik dunia--dihadirkannya buat masyarakat sastra. Bravo! (Sulaiman Juned, Editor, Penyair, Sutradara Teater, Dosen Seni Teater, Pendiri/Pimpinan Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang)

"Seperti membaca kisah dalam roman lama. Seru, lucu, haru, dan tentu juga romantis. Penulis novel ini piawai menulis kata meski sedikit terpengaruh gaya bahasa lama yang digunakan pengarang-pengarang asal Minangkabau era 60-an. Ternnyata Padangpanjang punya penulis novel yang hebat..." (Muhammad Subhan, Editor, Wartawan, Pengelola Rumah Puisi Taufiq Ismail)..





KARYA-KARYA YANG TELAH SELESAI:

1. novel CINTA DI KOTA SERAMBI

2.novel GERHANA DI KOTASERAMBI

3.novel PROSA CINTA DARI SMA (sedang di kerjakan)

4.cerpen AJO SIDI SANG PEMBUAL

5.cerpen ERTE EMPAT DAN ERTE LIMA

6.cerpen LENGGANG

7.cerpen NURLELA

8. beberapa buah PUISI

If you find this article useful, please feel free to link to this page from your website or blog.




Widget by BloggerTipAndTrick



0 Responses so far:

Leave a Reply