English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label iptek. Show all posts
Showing posts with label iptek. Show all posts

Ayo Kenalkan Internet Pada Anak

Posted by mezzoe blog on Wednesday, June 23, 2010 0 komentar



(tvOne). Para orang tua berperan penting untuk mengenalkan internet yang sehat dan aman bagi anak-anak untuk menghindarkan mereka membuka situs-situs yang belum layak dikonsumsi.

Hal itu dikatakan Wakil Sekretaris Dirjen Aplikasi Telematika Kementerian Komunikasi dan Informasi Djoko Agung Haryadi usai membuka bimbingan teknis UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik di Bengkulu, Rabu (26/6).

"Orang tua memegang peranan penting untuk mengawasi kegiatan anak-anak yang sudah bisa mengakses internet sehingga mereka harus dikenalkan dengan internet sehat dan aman,"katanya.

Hal itu penting untuk memberikan pendidikan positif kepada anak-anak tentang dunia maya atau cyber tersebut. Jangan sampai internet sebagai media pembelajaran hanya memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak-anak.

"Seperti kasus video mesum yang menghebohkan saat ini, bisa diakses anak-anak dengan mudah. Untuk itu kami juga sudah meminta sekolah memperkenalkan internet sehat dan aman kepada anak-anak selain adanya pendampingan orangtua," katanya.

Akses internet yang bisa didapat anak-anak dari warung internet (warnet) menurut dia masih menjadi ancaman dalam penerapan internet sehat dan aman tersebut.

Namun bagi warnet yang sudah bergabung dengan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) sudah memiliki kode etik dalam menjalankan bisnis tersebut dan membatasi situs-situs yang bisa dibuka oleh anak di bawah umur (Ant).

Sumber : tvones
Continue...


Kapal Studi Riset Milik Amerika Mulai Masuki Perairan Indonesia

Posted by mezzoe blog on Monday, June 21, 2010 0 komentar

Kapal riset Amerika Serikat dari National Oceanic Atmospheric Administration (NOAA), Okeanos Explorer, mulai memasuki wilayah perairan Indonesia di Jakarta Utara, Jumat (18/6).

"Dijadwalkan kapal ini akan bersama-sama kapal Republik Indonesia dari BPPT, Baruna Jaya IV, melakukan eksplorasi kolaboratif di laut dalam perairan Sangihe-Talaud, Sulawesi Utara," kata Ketua Corporate Branding and Marine Communication, Conservation International (CI) Indonesia Elshinta Suyoso-Marsden di Jakarta, Kamis (17/6).

Kegiatan ini, ujar dia, merupakan bagian dari bentuk kerjasama kemitraan jangka panjang RI - AS untuk bersama memajukan ilmu kelautan, teknologi dan pendidikan yang penting bagi ekonomi dan lingkungan bagi kehidupan di bumi ini.

Eksplorasi bersama ini merepresentasikan berbagai inisiatif yang pertama kalinya dilakukan oleh kedua negara yang memiliki persamaan karakteristik yaitu memiliki wilayah kelautan yang sangat luas di dunia, ujar Elshinta.

Pada ekspedisi internasional Okeanos Explorer untuk pertama kalinya ini akan bersama-sama dilakukan eksplorasi wilayah laut dalam yang belum pernah disibak kerahasiaannya ini selama sekitar dua bulan.

Okeanos juga akan mengirimkan berbagai data yang diperoleh dari penjelajahan laut dalam itu secara seketika (real time) berupa tampilan gambar-gambar hidup dan data lainnya secara langsung kepada para pakar, peneliti dan ilmuwan yang menonton dari kedua Pusat Komando Penelitian (Expedition Command Center/ ECC) di Jakarta dan Seattle, AS.

Peresmian ECC akan dilakukan oleh Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta disaksikan oleh Dubes AS untuk Indonesia dan para mitra peneliti dari institusi riset ilmiah lainnya.

Diharapkan eksplorasi ini dapat menghasilkan penemuan baru, memetakan dasar laut, memahami lokasi gunung bawah laut dari sisi geologi, biologi dan spesies.

Para Ilmuwan yang diperkirakan akan berpartisipasi dalam ekspedisi ilmiah tersebut (data Kementerian Ristek 2009) antara lain Sugiharto Wirasantosa, Budi Sulistyo dari BRKP, KKP; Yusuf Surachman Djajadihardja dan Ridwan Djamaluddin dari BPPT; Haryadi Permana dari Pusat Penelitian Geoteknologi, LIPI.

Kemudian Noorsalam Nganro, Hasanuddin Abidin, dan Sofyan Hadi dari Institut Teknologi Bandung; Hamdan Abidin dari Pusat survei Geologi, Kementerian ESDM; Dede Yuliadi dari Dishidros Mabes TNI AL dan Iswinardi dari Ditwilhan, Kemenhan.

Sedangkan tujuh ilmuwan Amerika Serikat diperkirakan: Stephen Randolph Hammond sebagai Chief Scientist dari NOAA; Russell Eugene Brainard, Adjuct Faculty dari Coral reef Ecosystem Division, NOAA; Patricia Barb Fryer, Planetary Scientist dari University of Hawaii, Hawaii Institute of Geophysics and Planetology; James Francis Holden dari Dept. of Microbiology, University of Massachussets.

Timothy Mitchell shank dari Biology Dept., Woods Hole Oceanographyc Institution; Verena Julia Tunniciffe, Professor dari Dept. of Biology, School of Earth & Ocean Sciences, University of Victoria, Canada; dan Laurence alan Mayer, Professor dari Hydrographic Center ? University of New Hampshire. (D009). Jakarta, (tvOne)






Sumber : tvOne
Continue...


Diduga Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki

Posted by mezzoe blog on Saturday, May 01, 2010 0 komentar

Turki

Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh -- nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar -- demi menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya.

Untuk membuktikan kebenaran cerita tersebut, kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam 'Noah's Ark Ministries International' selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.

Kemarin, (26/4) mereka mengumumkan mereka menemukan perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka. Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah.

Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah."Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen," kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, (27/4).

Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin (26/4) lalu. Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.

Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah -- begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.

Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO -- agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh. Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi.

***


Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya.

Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat. Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki.

Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju. Beberapa ahli lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia -- yang selamat dari bencana banjir bah.

Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. "Kami tak pernah menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah umat manusia." Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun (VIVAnews).

dikutip : tvOnes


Continue...


Ada Aliran Sungai Es di Asteroid Jagat Raya

Posted by mezzoe blog on Saturday, May 01, 2010 0 komentar

Pertama kalinya, cairan aliran dari es seperti sungai ditemukan di permukaan asteroid atau planet kecil. Penemuan ini diharapkan bisa membantu memberikan pencerahan asal mula lautan di planet Bumi.


Seperti dilansir livescience.com, Kamis (29/4), dua tim peneliti independen mengidentifikasi asteroid itu dan diberi nama 24 Themis. Sebuah batuan besar meluncur dengan kecepatan tinggi di angkasa menyerupai sabuk di asteroid. Asteroid itu terletak di antara Mars dan Jupiter. Asteroid dilapisi partikel seperti lapisan embun yang membeku.

Tidak hanya itu, peneliti asteroid juga berisi material organik termasuk molekul-molekul yang menunjang kehidupan. Tetapi, para peneliti belum menemukan bukti lain kehidupan itu sendiri di asteroid. Juga, kehidupan lain di jagat raya ini selain di Bumi.

Komet, 'benda langit berekor' juga diketahui memiliki unsur air di dalamnya. Tidak aneh kalau komet berunsur air, karena memang biasanya berlokasi jauh dari pusat tata surya, matahari. Tetapi, adalah hal yang aneh bila asteroid yang berlokasi tak jauh dari matahari itu, memiliki unsur air. Anehnya lagi, unsur air di asteroid itu tidak menguap karena panasnya matahari.

Ceres, hingga saat ini masih diklaim sebagai asteroid terbesar di jagat raya. Diperkirakan, kandungan air dalam asteroid 'Ceres' merupakan yang terbesar di antara asteroid lain.Tetapi, ilmuwan memperkirakan kandungan air dalam bentuk beku di asteroid itu masih tersimpan di bawah permukaan. Ini berbeda dengan asteroid 24 Themis, yang berada di permukaan. Kandungan air di permukaan asteroid 24 Themis itu diperkirakan tersebar seluas sekitar 198 kilometer.

"Ini adalah pertama kalinya kami benar-benar melihat es. Secara harfiah adalah H20 di asteroid," kata pimpinan peneliti, Andrew Rivkin dari Johns Hopkins University (VIVAnews).

Sumber: tvOnes

Continue...


Hebat! Mahasiswa Indonesia Juara Robogames di AS

Posted by mezzoe blog on Saturday, May 01, 2010 0 komentar



Tim robot Universitas Komputer Indonesia (Unikom) kembali memenangkan medali emas dalam ajang Robogames 2010. Tim yang beranggotakan Yusrila Y Kerlooza sebagai pembimbing dan Rodi Hartono mendapat emas dalam kategori open fire fighting autonomus robot. “Kami mendapatkan kabar ini tadi pagi Pak Yusrila mengirim SMS saya,” ujar Rektor Unikom Eddy Suryanto Soegoto kepada wartawan di Kampus Unikom, Bandung (26/4).

Robogames 2010 berlangsung di San Mateo County Event Center, San Fransisco, Amerika Serikat. Kompetisi ini telah berjalan tahun ketujuh dan diikuti oleh 14 peserta dari berbagai negara. Menurutnya Unikom dalam lomba ini mengirimkan tiga robot sekaligus. Robot berbentuk robot tank, robot berkaki enam dan robot berkaki delapan.

Dalam kategori open fire fighting autonomus robot, robot dari Unikom berhasil mencari sumber api yang ditetapkan secara acak dan memadamkan secara otomatis dalam waktu tercepat. Dengan memenangkan kompetisi ini maka Unikom berhasil mempertahankan mendali emas yang diperoleh pada tahun kemarin.

Menurut Rektor, robot yang dikirimkan tahun ini tidak berbeda pada tahun lalu. Akan tetapi robot-robot yang dikirim telah mengalami inovasi dalam algoritma dan sensor. Hal ini untuk mengantisipasi tingkat kesulitan yang terus ditingkatkan dalam kompetisi.

Menurutnya, pihak Unikom akan mematenkan hak cipta algoritma yang telah dibuat. Hal ini sejalan dengan program pemerintah. Semua biaya ditanggung oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi yang memberikan sumbangan sebesar Rp 260 juta.

Ditambahkannya lagi, prestasi ini membanggakan Indonesia karena kompetisi ini diikuti oleh berbagai negara. Ia menambahkan tim sebenarnya sempat kesulitan akibat cuaca yang berbeda antara Indonesia dan Amerika. “Pengaruh cuaca berpengaruh, robot sempat mengalami kerusakan,” ujarnya.

Rektor menambahkan hal yang dilakukan oleh Rodi Hartono lebih hebat dari skripsi yang implementasinya tak jelas. Robot dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Rodi Hartono merupakan mahasiswa Unikom tingkat akhir dan telah mendapatkan mendali emas dua kali. Unikom akan mempersiapkan regenerasi untuk mengantisipasi Rodi yang akan lulus. “Untuk tahun depan akan ada regenerasi karena Rodi mahasiswa tingkat akhir,” ucap Rektor.

Tim robot Unikom dijadwalkan akan tiba di Jakarta pada Rabu (28/4) mendatang pada pukul 13.05 WIB. Tim rencananya akan disambut oleh Dirjen Dikti di Bandara Soekarno Hatta. (VIVAnews).

Sumber: tvOnes
Continue...